Jakarta, MNID. Fundamental ekonomi Indonesia masih kuat. Begitu antara lain yang disampaikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto kepada Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan di Istana Kepresidenan, Selasa sore, 18 Februari 2025.
Dalam pertemuan yang juga dihadiri Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indrawijaya, Menko Airlangga secara umum melaporkan perkembangan terkini terkait kondisi perekonomian nasional, rencana pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK), serta sejumlah kerja sama ekonomi internasional.
“Terkait kondisi perekonomian nasional, saya sampaikan fundamental ekonomi Indonesia masih kuat. Pertumbuhan ekonomi secara spasial relatif baik, tingkat inflasi sampai Februari juga masih rendah di mana core inflation-nya positif,” tulis Airlangga di laman Instagram miliknya, @airlanggahartarto_official.
“Indeks keyakinan konsumen PMI pada Februari tercatat tinggi di angka 53,6, pertumbuhan kredit Januari sebesar 10,3 persen, dan cadangan devisa akhir Februari juga berada pada level tinggi. Selain itu, neraca perdagangan Indonesia hingga Februari 2025 juga tercatat surplus sebesar 6,61 miliar dolar AS, dengan nilai ekspor tertinggi mencapai 14 miliar dolar AS pada Februari,” urainya.
Dalam pertemuan Airlangga juga menyampaikan perkembangan KEK Nongsa, Batam, dan Singhasari, Jawa Timur. Adapun progres sejumlah kerja sama perdagangan internasional yang dilaporkan Airlangga meliputi persiapan finalisasi perjanjian kerja sama dengan Eurasian Economic Union (EAEU) yang melibatkan Rusia, Armenia, Belarus, Kazakhstan, dan Kyrgyzstan, serta proses aksesi Indonesia ke dalam Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP).
“Dengan menindaklanjuti akses CPTPP diharapkan kita dapat membuka pasar untuk Meksiko, Kanada, Peru, dan Inggris,” tulis Airlangga lagi.
Dalam pertemuan, Presiden Prabowo memberikan arahan mengenai kerja sama Two Countries Twin Parks antara Indonesia dengan Fujian, Tiongkok. Kerja sama tersebut akan mendorong investasi industri di KEK Batang dengan rencana investasi sebesar Rp 16 triliun.
Selain itu, Prabowo juga memberikan arahan terkait optimalisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mendorong pembiayaan sektor produktif.