Jakarta, MNID. Di tengah pergerakan negatif Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) persen hingga menyebabkan trading halt, hari ini, Selasa, 18 Maret 2025, masyarakat diingatkan kembali pada pernyataan Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu mengenai bursa saham.
Saat membuka Sidang Tanwir dan Milad ke-112 Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 4 Desember 2024, Prabowo sempat mengatakan dirinya pernah diancam oleh pihak-pihak yang tidak setuju dengan kebijakan makan bergizi gratis.
“Di awal mereka tertawakan saya, dan saya tahu mereka mengancam saya, 'nanti harga indeks saham akan turun.’ Saya mengerti, saya ini cukup lama jadi orang Indonesia,” kata Prabowo.
“Saya jawab ke mereka itu, 'kasih tahu ya, saya tidak punya saham dan rakyat di desa-desa tidak punya saham.' Benar, kalau saham jatuh, ya pemain-pemain bursa itu (yang menderita kerugian),” sambungnya.
Dari data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan sesi pertama Selasa, 18 Maret 2025, IHSG turun 395,87 poin atau 6,12 persen ke level 6.076,08.
Pada level itu, dibandingkan penutupan di akhir 2024 lalu IHSG mengalami penurunan lebih dari 14,18 persen di posisi 7.079,9.
Penurunan ini memaksa BEI melakukan penghentian perdagangan bursa sementara atau trading halt.
Setelah perdagangan di BEI dihentikan, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco dan sejumlah anggota DPR mendatangi BEI untuk memantau dari dekat dinamika di lantai bursa. Di antara yang ikut dalam rombongan adalah Ketua Komisi XI DPR Misbakhun, Wakil Ketua Komisi XI Mohamad Hekal, Wihadi Wiyanto, Putri Komarudin dan Fauzi Amro. Mereka disambut oleh Direktur Utama BEI Iman Rachman.
“Menyikapi pembekuan otomatis dari akibat koreksi dari IHSG 5 persen yang emang otomatis dan bukan kali ini saja, sudah pernah pas Covid-19. Pada hari ini memberikan dukungan dan support meyakinkan kepada pasar agar tetap tenang,” kata Dasco .